edo's-blog

GRADUATION DAY

FINALLY

Posted on 00:56 by Greatocean

Permalink | 0 Comments

HM MONDAY AGAIN

Hm.....MONDAY AGAIN. Back to work

Posted on 00:37 by Greatocean

Permalink | 0 Comments

EMPATHY.......

I fell so touched when i read this article, i want to share with others:

"Suatu malam, sepulang kerja, saya mampir di sebuah restoran cepat saji di kawasan Bintaro.

Suasana sepi. Di luar hujan. Semua pelayan sudah berkemas. Restoran hendak tutup.

Tetapi mungkin melihat wajah saya yang memelas karena lapar, salah seorang dari mereka

memberi aba-aba untuk tetap melayani. Padahal, jika mau, bisa saja mereka menolak.

Sembari makan saya mulai mengamati kegiatan para pelayan restoran. Ada yang menghitung uang,

mengemas peralatan masak, mengepel lantai dan ada pula yang membersihkan dan merapikan

meja-meja yang berantakan.

Saya membayangkan rutinitas kehidupan mereka seperti itu dari hari ke hari.

Selama ini hal tersebut luput dari perhatian saya. Jujur saja, jika menemani anak-anak makan di

restoran cepat saji seperti ini, saya tidak
terlalu hirau akan keberadaan mereka. Seakan mereka antara ada dan tiada.
Mereka ada jika saya membutuhkan bantuan dan mereka serasa tiada jika
saya terlalu asyik menyantap makanan.

Namun malam itu saya bisa melihat sesuatu yang selama ini seakan tak
terlihat. Saya melihat bagaimana pelayan restoran itu membersihkan
sisa-sisa makanan di atas meja. Pemandangan yang sebenarnya biasa-biasa
saja. Tetapi, mungkin karena malam itu mata hati saya yang melihat,
pemandangan tersebut menjadi istimewa.

Melihat tumpukan sisa makan di atas salah satu meja yang sedang
dibersihkan, saya bertanya-tanya dalam hati: siapa sebenarnya yang baru
saja bersantap di meja itu? Kalau dilihat dari sisa-sisa makanan yang
berserakan, tampaknya rombongan yang cukup besar. Tetapi yang menarik
perhatian saya adalah bagaimana rombongan itu meninggalkan sampah bekas
makanan.

Sungguh pemandangan yang menjijikan. Tulang-tulang ayam berserakan di
atas meja. Padahal ada kotak-kotak karton yang bisa dijadikan tempat sampah.
Nasi di sana-sini. Belum lagi di bawah kolong meja juga kotor oleh
tumpahan remah-remah. Mungkin rombongan itu membawa anak-anak.

Meja tersebut bagaikan ladang pembantaian. Tulang belulang berserakan.
Saya tidak habis pikir bagaimana mereka begitu tega meninggalkan sampah
berserakan seperti itu. Tak terpikir oleh mereka betapa sisa-sisa
makanan yang menjijikan itu harus dibersihkan oleh seseorang, walau dia seorang
pelayan sekalipun.

Sejak malam itu saya mengambil keputusan untuk membuang sendiri sisa
makanan jika bersantap di restoran semacam itu. Saya juga meminta
anak-anak melakukan hal yang sama. Awalnya tidak mudah. Sebelum ini saya juga
pernah melakukannya. Tetapi perbuatan saya itu justru menjadi bahan tertawaan
teman-teman. Saya dibilang sok kebarat-baratan. Sok menunjukkan pernah
ke luar negeri. Sebab di banyak negara, terutama di Eropa dan Amerika,
sudah jamak pelanggan membuang sendiri sisa makanan ke tong sampah. Pelayan
terbatas karena tenaga kerja mahal.

Sebenarnya tidak terlalu sulit membersihkan sisa-sisa makanan kita.
Tinggal meringkas lalu membuangnya di tempat sampah. Cuma butuh beberapa menit.
Sebuah perbuatan kecil. Tetapi jika semua orang melakukannya, artinya
akan besar sekali bagi para pelayan restoran.

Saya pernah membaca sebuah buku tentang perbuatan kecil yang punya arti
besar. Termasuk kisah seorang bapak yang mengajak anaknya untuk
membersihkan sampah di sebuah tanah kosong di kompleks rumah mereka.
Karena setiap hari warga kompleks melihat sang bapak dan anaknya membersihkan
sampah di situ, lama-lama mereka malu hati untuk membuang sampah di situ.

Belakangan seluruh warga bahkan tergerak untuk mengikuti jejak sang
bapak itu dan ujung-ujungnya lingkungan perumahan menjadi bersih dan sehat.
Padahal tidak ada satu kata pun dari bapak tersebut. Tidak ada slogan,
umbul-umbul, apalagi spanduk atau baliho. Dia hanya memberikan
keteladanan. Keteladanan kecil yang berdampak besar.

Saya juga pernah membaca cerita tentang kekuatan senyum. Jika saja
setiap orang memberi senyum kepada paling sedikit satu orang yang dijumpainya
hari itu, maka dampaknya akan luar biasa. Orang yang mendapat senyum akan
merasa bahagia. Dia lalu akan tersenyum pada orang lain yang dijumpainya.
Begitu seterusnya, sehingga senyum tadi meluas kepada banyak orang. Padahal
asal mulanya hanya dari satu orang yang tersenyum.

Terilhami oleh sebuah cerita di sebuah buku "Chicken Soup", saya kerap
membayar karcis tol bagi mobil di belakang saya. Tidak perduli siapa di
belakang. Sebab dari cerita di buku itu, orang di belakang saya pasti
akan merasa mendapat kejutan. Kejutan yang menyenangkan. Jika hari itu dia
bahagia, maka harinya yang indah akan membuat dia menyebarkan virus
kebahagiaan tersebut kepada orang-orang yang dia temui hari itu. Saya
berharap virus itu dapat menyebar ke banyak orang.

Bayangkan jika Anda memberi pujian yang tulus bagi minimal satu orang
setiap hari. Pujian itu akan memberi efek berantai ketika orang yang
Anda puji merasa bahagia dan menularkan virus kebahagiaan tersebut kepada
orang-orang di sekitarnya.

Anak saya yang di SD selalu mengingatkan jika saya lupa mengucapkan kata
"terima kasih" saat petugas jalan tol memberikan karcis dan uang kembalian.
Menurut dia, kata "terima kasih" merupakan "magic words" yang akan
membuat orang lain senang. Begitu juga kata "tolong" ketika kita meminta bantuan
orang lain, misalnya pembantu rumah tangga kita.

Dulu saya sering marah jika ada angkutan umum, misalnya bus, mikrolet,
bajaj, atau angkot seenaknya menyerobot mobil saya. Sampai suatu hari
istri saya mengingatkan bahwa saya harus berempati pada mereka. Para supir
kendaraan umum itu harus berjuang untuk mengejar setoran. "Sementara
kamu kan tidak mengejar setoran?'' Nasihat itu diperoleh istri saya dari
sebuah tulisan almarhum Romo Mangunwijaya. Sejak saat itu, jika ada kendaraan
umum yang menyerobot seenak udelnya, saya segera teringat nasihat istri tersebut.

Saya membayangkan, alangkah indahnya hidup kita jika kita dapat membuat
orang lain bahagia. Alangkah menyenangkannya jika kita bisa berempati
pada perasaan orang lain. Betapa bahagianya jika kita menyadari dengan
membuang sisa makanan kita di restoran cepat saji, kita sudah meringankan
pekerjaan pelayan restoran.

Begitu juga dengan tidak membuang karcis tol begitu saja setelah
membayar, kita sudah meringankan beban petugas kebersihan. Dengan tidak membuang
permen karet sembarangan, kita sudah menghindari orang dari perasaan
kesal karena sepatu atau celananya lengket kena permen karet.

Kita sering mengaku bangsa yang berbudaya tinggi tetapi berapa banyak di
antara kita yang ketika berada di tempat-tempat publik, ketika membuka
pintu, menahannya sebentar dan menoleh kebelakang untuk berjaga-jaga
apakah ada orang lain di belakang kita? Saya pribadi sering melihat orang yang
membuka pintu lalu melepaskannya begitu saja tanpa perduli orang di
belakangnya terbentur oleh pintu tersebut.

Jika kita mau, banyak hal kecil bisa kita lakukan. Hal yang tidak
memberatkan kita tetapi besar artinya bagi orang lain. Mulailah dari
hal-hal kecil-kecil. Mulailah dari diri Anda lebih dulu. Mulailah
sekarang juga."

Posted on 11:02 by Greatocean

Permalink | 0 Comments

THINGS I FEEL SO GRATEFUL


GRATEFUL HEART

Yeah, my life felt so insipid so far, yesterday i browsed in internet and found the photograph as the result my searching as"grateful". It was so touched look at that girl's condition which doesn't have even feet for walking. Walking is the general activities that everybody can do consciously, however, for her its the hardest activities in her life... These last days i ask often bout my problem, "Why i can't be like the others where many people think it is so easy for them, but for me its like miracle to be cured from it. But i realize from one' blog bout feeling grateful. The fact, many things i have that i can feel so gratitude to God bout what i have nowadays. I felt so very grateful and I'd like to share my top five reasons:



  1. I have my lovely parents, family, and friends that always dupport me whenever i feel so down. Maybe i just have couple of close friends, Less than number of my finger in right hand. But they are truly exist. Thank you....
  2. I can go to school until university with good enough grade. I can study where i long to. Many people can't go to school but i can. And this last month is my graduation day. How lucky i am can feel that day where my parents come to and be proud finally his only boy can be someone...Architecture engineering...
  3. Today i am not a jobless person, I have found job where my interest lies on. I work in architecture field which is my wildest dream since i was child. I work in good condition, environment, even good employer.
  4. I feel grateful that i still woke up with good health, i still can walk, breath, n commute without any pain feelings in my head and body. I feel so fresh.... maybe if i were sick i miss this so condition that now i thank to God first before its late:)
  5. I feel happy that once a depressive episode is over, i can go to work place without complaining again. I'm able to think of new interests that I can feel passionate about as well as returning to activities . I enjoy my life.

Posted on 12:47 by Greatocean

Permalink | 0 Comments


WHY LIFE SEEMS SO UNFAIR FOR ME??

There is a moment when we miss something gonna happen in our life. Wondering whats going happen in our future whether it is good or in the contrary. Waiting patiently as counting the numbers of passing day make me more mature in this life. Complaining doesnt solve the problems ahead instead add the burden getting heavier on our shoulder.

The question is wining and wining in my head, why i must live this kinda life? Why should me, not them. Why i experience this so hard? Where is my Mighty God?? Does He really alive n hear my pray as the bible say. Feeling guilty and inferior just make me so fragile. Living my life as an ordinary person that live ordinary life sometimes make me bored. Wondering something great happen instantly. but neva happen........

But I am wrong, apparently my self who makes me so weak that always complain bout everything. I learn how to be grateful. How do i get grateful heart...
Watched television program this afternoon bout the strugling of poor children who wants to be a wiiner in this life for the sake of his family. In fact, i am so blessed...All questions turning so far is answered.

never say " WHAT IS MY LIFE FOR? but "WHAT I HAVE DONE WHILE I LIVE?"
ENJOY YOUR LIFE TODAY BECAUSE TOMOOROW UNCERTAINLY WILL BE BETTER FROM TODAY.

LET US COMPLAIN LESS AND GIVE MORE

god bless-Edo.N.H.

Posted on 15:01 by Greatocean

Permalink | 0 Comments

HERE IT COMES


It has been 2 weeks in my new office " Atelier Cosmas Gozali", what a hectic consultant place!
The first day i was here...i felt so enthusiasm how it gonna run forward? Contemplating inside, i gonna start the real carrier here, FROM SCRATCH! A bright shining is in my palm rite away which ready to exaggerate become new star


That words always crawling outside from my mind everytime i start in new place, new spirit that dominated my self. Semua itu selalu terjadi ketika saya berada di lingkungan baru. Tetapi kenapa itu selalu terjadi berulang-ulang... Do i always escape from obstacles nearby? i always fear to cope it overall. I hope what i am thinking is indeed wrong.

Hari pertama berkerja di konsultan, huah.... i know nothing bud! the assistant director asked me to make shop drawing of master bedroom design which is so cmplicated especially in detail. Gosh.. where the hell i was while in college, but i felt comfort with the situaton, friends there. All temas are ready to help and answer every single silly question i asked. I hope i can learn many things in order to build my experiences up. The sacrifices i bet before, leaving good salary job for the sake working in this field?? hopefully, everything kepps on track.

First day to 14th days.. i always back late. Dunno why, everybody kept silent even the bell has alrmed us to " Hey its time to back home". I follow the rules there, cos i'm an beginner there even deep inside my heart is gonna explode can stand to kepp working in after hours office. Eventually i gotaccustomed, Every people 's statement is totally true that work inconsultant is truly heavy. My effort and my income is not balance , thus, i do this for my future. Things that i got here can be a strong foundation for me exploring intensely in architecture field, make my dream comes true being a promising future architect:)

The peak wasyesterday, I back from office was about 4.am at the dawn. Holy shit...what a horrible moments.

Posted on 16:00 by Greatocean

Permalink | 0 Comments